Minggu, 30 September 2012

mengeja cinta, semestinya

kala gelisah menjamu ketermanguan, beginilah cinta kueja dalam kata :

"LELAH, AKHIRNYA. HANYA ADA GETAR LEMAH YANG TERSISA. SETERUSNYA, KATA-KATA TAK BERWUJUD SAPA. AKU HANYA BISA MENERIMA JIKA INI MEMANG SEHARUSNYA"

dan, beginilah cinta kujamu dalam doa,
ketika hati menyapa ruang hampa dan mencari sandarannya :

"TUHAN, TEMANIKU DALAM GELISAH INI. ITU SAJA"

tak pernah ada kata sia-sia untuk sebuah doa.
setitik terang terpendar, di keesokan harinya. kupagut lagi cinta dalam rona senyum yang menepikan praduga :

"MENDEKAP SIANG, MENIMANG MIMPI. JALANI LAGI, GETAR YANG SEMPAT MENGENDUS RAGU DALAM LAJUNYA."



Moammar Emka

Sabtu, 22 September 2012

Di luar batas logika

segudang tanya tersimpan.
silih berganti menampilkan teka-teki.
serba tak pasti; membingungkan.
kadang merunut ABCDE,
kadang berubah acak SNMEGBG.
jangan-jangan, teka-teki tentangmu adalah kombinasi kata sandi lebih dari 16 karakter?
setiap kali aku berhenti di matamu,
kenapa persimpangan jalan yang terhampar?
setiap kali aku menoleh ke belakang,
kenapa justru selubung hatimu yang terdepan?
apakah hatimu adalah teka-teki silang di luar batas logika?
lebih dari itu, sangkaku.



Moammar Emka