Minggu, 30 September 2012

mengeja cinta, semestinya

kala gelisah menjamu ketermanguan, beginilah cinta kueja dalam kata :

"LELAH, AKHIRNYA. HANYA ADA GETAR LEMAH YANG TERSISA. SETERUSNYA, KATA-KATA TAK BERWUJUD SAPA. AKU HANYA BISA MENERIMA JIKA INI MEMANG SEHARUSNYA"

dan, beginilah cinta kujamu dalam doa,
ketika hati menyapa ruang hampa dan mencari sandarannya :

"TUHAN, TEMANIKU DALAM GELISAH INI. ITU SAJA"

tak pernah ada kata sia-sia untuk sebuah doa.
setitik terang terpendar, di keesokan harinya. kupagut lagi cinta dalam rona senyum yang menepikan praduga :

"MENDEKAP SIANG, MENIMANG MIMPI. JALANI LAGI, GETAR YANG SEMPAT MENGENDUS RAGU DALAM LAJUNYA."



Moammar Emka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar